Selasa, Ogos 28, 2012
MERENDAM RESAH DI TASIK CINTA
seandai segunung resah menghempas dada
seruang rindu terhenyak dan terkulai
aku selusuri gigi air di pantai gersang
tiada apa yang ada kecuali sekeping hati
dibaluti sehelai watikah purba
tanpa aksara
tanpa lakaran
tanpa apa-apa
aku meneruskan perjalanan tanpa sepatu
bahang pasir pantai membakar kulit kusam
tanpa secarik baju menutupi
aku tidak dapat berlari lagi
engkau mengejek dari kejauhan tanpa mengerti makna deritaku
mengutip tetes kasih yang tiris dari cangkirnya
dengan sehelai daun kering
dengan sehelai cindai
dengan sehelai baju
tiada yang mampu mengumpulnya
dan aku kekeringan berterusan
engkau bagai tidak pernah memahami jiwaku
kosong yang terpalit pada kanvas tanpa warna ini
sudah lama terperosok di penjuru jiwa
kamar ini semalaman kelam
kusam
aku terus menanti di suduT ini tanpa peduli
sejuk yang mencengkam.
INA - akan kugagahi jua merendam resah
di tasik cinta.
Zaidin Abadi
28 Ogos 2012
Sabtu, Oktober 16, 2010
9/2K10
DEKLARASI BAHASA
setelah sekian lama mega itu masih belum beredar
bergantungan di langit minda meredup sinar
kita merengkuh bicara dalam dewan tertutup
suara kita memantul menerobos telinga sendiri
sedang mereka tidak pernah memperdulikan
deklarasi demi deklarasi yang telah dimeterai.
bicara kita makin lama makin tidak mereka dengari
rintih pilu rasa tersayat akibat direndahkan martabat
tidak dihiraukan tidak diutamakan malah dipinggirkan
kita terus bermimpi menggapai pelangi di siang hari
sedang mereka berdiri di puncak mendepa tangan
hebat menghambur bicara dalam ungkapan asing
tanpa segan tanpa rasa berdosa melacurkan bahasa ibunda
hanya atas nama kemajuan zaman
hingga di persisir sungai di batas bendang di tepi rel
suara anak-anak bertingkah dalam nada jelik
patah-patah kata tanpa makna diseludup menyelusup
tanpa pasport tanpa visa perbatasan sudah terbuka
segalanya atas judul dinamisma bahasa
dan kita bakal menjadi bangsa kehilangan bahasanya
jika benteng pertahanan digoncang dan dirobohkan
mega itu makin rakus mengumpul awan hitam
makin gagah menguasai langit minda yang tidak terbuka
menunda dan menolak sinar ke dalam kelam hitam
bakal menghayutkan martabat ke laut derhaka
kita tidak akan dapat berpaut lagi pada bahtera
yang dikoyak taufan di tengah gelora lautan
kita akan menjadi mangsa dan hilang tanpa nesan
hari ini mari kita laungkan ke mayapada sebuah deklarasi
bukan lagi merengkuh suara dalam dewan tidak terbuka
kita pertahankan maruah dan martabat bangsa
sendi kekuataanya hanya dengan bahasa
julangkan nilai bangsa dengan bahasa
tingkatkan perpaduan dengan bahasa
jitukan semangat dengan bahasa
ampuhkan matlamat dengan bahasa
biar bertambah hebat bangsa kita
di mata dunia
ZAIDIN ABADI
Pinggiran Taman Bayu
15 Oktober 2010
____________________________________________________________
setelah sekian lama mega itu masih belum beredar
bergantungan di langit minda meredup sinar
kita merengkuh bicara dalam dewan tertutup
suara kita memantul menerobos telinga sendiri
sedang mereka tidak pernah memperdulikan
deklarasi demi deklarasi yang telah dimeterai.
bicara kita makin lama makin tidak mereka dengari
rintih pilu rasa tersayat akibat direndahkan martabat
tidak dihiraukan tidak diutamakan malah dipinggirkan
kita terus bermimpi menggapai pelangi di siang hari
sedang mereka berdiri di puncak mendepa tangan
hebat menghambur bicara dalam ungkapan asing
tanpa segan tanpa rasa berdosa melacurkan bahasa ibunda
hanya atas nama kemajuan zaman
hingga di persisir sungai di batas bendang di tepi rel
suara anak-anak bertingkah dalam nada jelik
patah-patah kata tanpa makna diseludup menyelusup
tanpa pasport tanpa visa perbatasan sudah terbuka
segalanya atas judul dinamisma bahasa
dan kita bakal menjadi bangsa kehilangan bahasanya
jika benteng pertahanan digoncang dan dirobohkan
mega itu makin rakus mengumpul awan hitam
makin gagah menguasai langit minda yang tidak terbuka
menunda dan menolak sinar ke dalam kelam hitam
bakal menghayutkan martabat ke laut derhaka
kita tidak akan dapat berpaut lagi pada bahtera
yang dikoyak taufan di tengah gelora lautan
kita akan menjadi mangsa dan hilang tanpa nesan
hari ini mari kita laungkan ke mayapada sebuah deklarasi
bukan lagi merengkuh suara dalam dewan tidak terbuka
kita pertahankan maruah dan martabat bangsa
sendi kekuataanya hanya dengan bahasa
julangkan nilai bangsa dengan bahasa
tingkatkan perpaduan dengan bahasa
jitukan semangat dengan bahasa
ampuhkan matlamat dengan bahasa
biar bertambah hebat bangsa kita
di mata dunia
ZAIDIN ABADI
Pinggiran Taman Bayu
15 Oktober 2010
____________________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
____________________________________________________________
Ahad, Oktober 03, 2010
8/2K10
KUDAKAP TUBUHMU
angin singgah di pipiku
luruh bara bertimbun
memadam nyala api
dalam diam kudakap tubuhmu
kental seperti dulu
api tidak pernah membakar
bara tidak pernah menyelinap
kulit dan isi tidak terbakar
meskipun hati pernah rentung
amarah menggelepar
kerana engkau yang celupar
biarlah, episod lama berlalu
terpadam dari album kenangan
rindu yang membukit
biar menjadi benih baru
merendang pohon
menghijau taman.
ZAIDIN ABADI
3 Oktober 2010
____________________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
____________________________________________________________
angin singgah di pipiku
luruh bara bertimbun
memadam nyala api
dalam diam kudakap tubuhmu
kental seperti dulu
api tidak pernah membakar
bara tidak pernah menyelinap
kulit dan isi tidak terbakar
meskipun hati pernah rentung
amarah menggelepar
kerana engkau yang celupar
biarlah, episod lama berlalu
terpadam dari album kenangan
rindu yang membukit
biar menjadi benih baru
merendang pohon
menghijau taman.
ZAIDIN ABADI
3 Oktober 2010
____________________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
____________________________________________________________
Ahad, Ogos 29, 2010
7/2K210
DI SINI TERSEDIA RUANG
telah tersedia
janji minta ditagih saban tahun
musim bertandang
dengan kemurahan
bahawa kelebihannya
menyamai seribu bulan.
Zaidin Abadi
28/8/2010
____________________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
____________________________________________________________
telah tersedia
janji minta ditagih saban tahun
musim bertandang
dengan kemurahan
bahawa kelebihannya
menyamai seribu bulan.
Zaidin Abadi
28/8/2010
____________________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
____________________________________________________________
Rabu, Jun 16, 2010
6/2K10
DI RUANG KESEPIAN
di ruang kesepian
resah terpancar
itukah keriuhan?
Zaidin Abadi
Pinggiran Sintok
16 Jun 2010
____________________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
____________________________________________________________
di ruang kesepian
resah terpancar
itukah keriuhan?
Zaidin Abadi
Pinggiran Sintok
16 Jun 2010
____________________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
____________________________________________________________
Selasa, April 20, 2010
5/2K10
SEUTAS JANJI
seutas janji
terbelit di tangkai hati
engkaukah
yang mengikat
dengan benang emas?
seberkas palsu
terlonggok di perdu hari
engkaukah
yang menuangnya
dengan pahit hempedu?
Zaidin Abadi
20 April 2010
Pinggiran Sintok
____________________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
____________________________________________________________
seutas janji
terbelit di tangkai hati
engkaukah
yang mengikat
dengan benang emas?
seberkas palsu
terlonggok di perdu hari
engkaukah
yang menuangnya
dengan pahit hempedu?
Zaidin Abadi
20 April 2010
Pinggiran Sintok
____________________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
____________________________________________________________
Selasa, April 13, 2010
4/2K10
SEBUTIR PASIR
sebutir pasir
pantai tanpa hujung
horizon petang
aku berdiri di situ
merenung mentari
mula rebah
ke dakapan malam
angin
tidak semesra dulu lagi.
Zaidin Abadi
13 April 2010
Pinggiran Sintok
____________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
____________________________________________________
sebutir pasir
pantai tanpa hujung
horizon petang
aku berdiri di situ
merenung mentari
mula rebah
ke dakapan malam
angin
tidak semesra dulu lagi.
Zaidin Abadi
13 April 2010
Pinggiran Sintok
____________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
____________________________________________________
Rabu, Mac 03, 2010
3/2K10
MONUMEN KEADILAN
telah kaupahat
namamu di batu pejal itu
menjadi monumen
sebuah perjuangan
bakal kutunjukkan nanti
pada anak cucuku
di situlah tempat bermulanya
jerit laung suara
menuntut keadilan.
biar mereka kenal
siapakah sebenarnya
pejuang dan penegak
keadilan hakiki.
Zaidin Abadi
Pinggiran Sintok
4 Mac 2010
____________________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
____________________________________________________________
telah kaupahat
namamu di batu pejal itu
menjadi monumen
sebuah perjuangan
bakal kutunjukkan nanti
pada anak cucuku
di situlah tempat bermulanya
jerit laung suara
menuntut keadilan.
biar mereka kenal
siapakah sebenarnya
pejuang dan penegak
keadilan hakiki.
Zaidin Abadi
Pinggiran Sintok
4 Mac 2010
____________________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
____________________________________________________________
Jumaat, Januari 22, 2010
2/2K10
HARGANYA AIRMATA
mentari kembali membuka kelopaknya
ada sinar pelangi
hujung langit meriah.
akan kekalkan kemeriahan itu
sehingga malam menjelang?
kau berbaring di sisiku
membisik kata syahdu
seulas cinta harganya airmata.
Zaidin Abadi
22 Januari 2010
_________________________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
_________________________________________________________________
mentari kembali membuka kelopaknya
ada sinar pelangi
hujung langit meriah.
akan kekalkan kemeriahan itu
sehingga malam menjelang?
kau berbaring di sisiku
membisik kata syahdu
seulas cinta harganya airmata.
Zaidin Abadi
22 Januari 2010
_________________________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
_________________________________________________________________
Ahad, Januari 17, 2010
01/2K10
POHON RESAH
telah kau ikat
temali itu ke pohon resah
menanti waktu merentapnya
untuk rebah ke tanah,
dan engkau telah bersedia
dengan parang dan kapak
untuk memotongnya menjadi
kecil dan berdebu.
aku bertanya
benarkah engkau telah bersedia?
Zaidin Abadi
Pinggiran Taman Bayu
17 Januari 2010
____________________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
____________________________________________________________
telah kau ikat
temali itu ke pohon resah
menanti waktu merentapnya
untuk rebah ke tanah,
dan engkau telah bersedia
dengan parang dan kapak
untuk memotongnya menjadi
kecil dan berdebu.
aku bertanya
benarkah engkau telah bersedia?
Zaidin Abadi
Pinggiran Taman Bayu
17 Januari 2010
____________________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
____________________________________________________________
Sabtu, Disember 26, 2009
41/2K9
SEPERSALINAN MIMPI
malammu sepertikah malamku?
dingin yang membalut mimpi
atau gelisah yang mengunci ilusi
engkau meredah malam
dengan mata terbuka
dan perjalananmu tidak ke mana-mana.
malam kita bersatukah?
di penghujung rindu ini
atau di perdu sepohon kasih
kerana kita saling bersuara
dengan irama iri yang berbeza.
Zaidin Abadi
Pinggiran Taman Bayu
26 Disember 2009
____________________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
____________________________________________________________
malammu sepertikah malamku?
dingin yang membalut mimpi
atau gelisah yang mengunci ilusi
engkau meredah malam
dengan mata terbuka
dan perjalananmu tidak ke mana-mana.
malam kita bersatukah?
di penghujung rindu ini
atau di perdu sepohon kasih
kerana kita saling bersuara
dengan irama iri yang berbeza.
Zaidin Abadi
Pinggiran Taman Bayu
26 Disember 2009
____________________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
____________________________________________________________
Jumaat, Disember 25, 2009
41/2K9
PENGEJAR PELANGI
lengkungnya
warna warna kehidupan
indah menawan
tanpa suara
gamitannya mempesona
bermula langkah
mengejarnya
ke awan gemawan
renyai hujan terhenti
terkapar aku
di perdu mimpi.
Zaidin Abadi
Pinggiran Taman Bayu
24 Disember 2009
____________________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
____________________________________________________________
lengkungnya
warna warna kehidupan
indah menawan
tanpa suara
gamitannya mempesona
bermula langkah
mengejarnya
ke awan gemawan
renyai hujan terhenti
terkapar aku
di perdu mimpi.
Zaidin Abadi
Pinggiran Taman Bayu
24 Disember 2009
____________________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
____________________________________________________________
Jumaat, Disember 11, 2009
40/2K9
ENGKAU TIDAK PERNAH MENGERTI
aku menghitung butiran mimpi
di ruang tanpa tepi
engkau tidak pernah mengerti
jentikan naluri ini
sekian lama menanti.
Zaidin Abadi
Pinggiran Taman Bayu
11 Disember 2009
_____________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
_____________________________________________________
aku menghitung butiran mimpi
di ruang tanpa tepi
engkau tidak pernah mengerti
jentikan naluri ini
sekian lama menanti.
Zaidin Abadi
Pinggiran Taman Bayu
11 Disember 2009
_____________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
_____________________________________________________
Labels:
Engkau Tidak Pernah Mengerti
Jumaat, November 27, 2009
39/2K9
PENGORBANAN
dengan rela dia memberikan
sekeping hatinya
untuk dibersihkan
Zaidin Abadi
Pinggiran Taman Bayu
27 Nov 2009
10 Dzulhijjah 1430
________________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
________________________________________________________
dengan rela dia memberikan
sekeping hatinya
untuk dibersihkan
Zaidin Abadi
Pinggiran Taman Bayu
27 Nov 2009
10 Dzulhijjah 1430
________________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
________________________________________________________
Sabtu, Oktober 31, 2009
38/2K9
MELAKAR PETA
minda,
lakarkah sebuah peta perjalanan
dari sebuah perkampungan
ke kota metropolitan
meredah denai demi denai
bukit dan sungai
untuk kubina sebuah kehidupan
damai.
Pinggiran Taman Bayu
____________________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
____________________________________________________________
minda,
lakarkah sebuah peta perjalanan
dari sebuah perkampungan
ke kota metropolitan
meredah denai demi denai
bukit dan sungai
untuk kubina sebuah kehidupan
damai.
Pinggiran Taman Bayu
____________________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
____________________________________________________________
Isnin, Oktober 26, 2009
37/2K9
BERBANGSAKAH BAHASA JIWAKU?
setelah sekian kurun dia dibina
dari patah-patah aksara purba
menjadi ungkapan sastera
menerangi firman dan sabda
menyusuri lebuh raya sains teknologi
menanjak puncak saham ekonomi,
dia menjadi pakaian bicara
bangsaku tercinta.
setelah sekian lama dia dinobatkan
penghubung jambatan muhibah sesama kita
teras perpaduan sebuah bangsa
memayung teduh rukun berbudaya,
dia pun diangkat ke istana keadilan
sebagai wadah penentu hukum
betapa dia telah ditinggikan
bangsaku tercinta.
benarlah kata pujangga,
bahasa cerminan jiwa bangsanya
bangsa berjiwa besar:
memelihara bahasanya
memelihara agamanya
memelihara budayanya
biar di tengah badai lautan
bangsa bermaruah pasti:
pertahankan bahasanya
pertahankan agamanya
pertahankan budayanya.
berbangsakah bahasa jiwaku,
bejiwakah bahasa bangsaku?
mengarak mendung awan di muara
suangai berliku tetap mengalir airnya
sara mendap hilirkan ke laut terbuka
biar kekal jernih di hulunya
seperti asal sebermula
seperti asal diangkat dinobat
seperti asal diguna dipakai,
jangan diubah jangan dipinda
mengundang keliru di hari muka
anak bangsaku tercinta.
bangsaku berjiwa banggakah?
memiliki bahasa agung terpilih
dari rumpun tersohor intan kemilau
punya tanah berpijak
punya negara berdaulat
punya bangsa merdeka
kenapa meminggir bahasa ibunda
memilih lidah asing menutur kata?
angin menggerak lalang sepadang
akar tunjang dimamah anai-anai
tebing dan aur tidak lagi berjalin padu
sepercik api akan terbakar pohon sekebun,
bebanggakah bangsaku berjiwa merdeka
berpijak di bumi milik sendiri
mengadun bahasa dengan marba
berjiwakah bahasa bangsaku tercinta?
jangan dikoyak warkah purba
cerminan bangsa biar kekal namanya
menjulang tinggi di marcapada
ayuh, bangsakan bahasa jiwaku
jiwakan bahasa bangsaku.
Pinggiran Taman Bayu
9 November 2008
* Puisi ini telah dipersembahkan dalam bentuk sketsa di Majlis Pelancaran Bulan Bahasa Kebangsan 2009 Peringkat Negeri Kedah pada 26 Oktober 2009 bertempat di Dwan Besar, Institut Pendidikan Guru Kampus Darulaman, Jitra, Kedah. Acara perasamiannya telah disempurnakan oleh YAB Dato' Seri Ustaz Azizan Abd Razak, Menteri Besar Kedah Darul Aman.
_____________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
_____________________________________________________
setelah sekian kurun dia dibina
dari patah-patah aksara purba
menjadi ungkapan sastera
menerangi firman dan sabda
menyusuri lebuh raya sains teknologi
menanjak puncak saham ekonomi,
dia menjadi pakaian bicara
bangsaku tercinta.
setelah sekian lama dia dinobatkan
penghubung jambatan muhibah sesama kita
teras perpaduan sebuah bangsa
memayung teduh rukun berbudaya,
dia pun diangkat ke istana keadilan
sebagai wadah penentu hukum
betapa dia telah ditinggikan
bangsaku tercinta.
benarlah kata pujangga,
bahasa cerminan jiwa bangsanya
bangsa berjiwa besar:
memelihara bahasanya
memelihara agamanya
memelihara budayanya
biar di tengah badai lautan
bangsa bermaruah pasti:
pertahankan bahasanya
pertahankan agamanya
pertahankan budayanya.
berbangsakah bahasa jiwaku,
bejiwakah bahasa bangsaku?
mengarak mendung awan di muara
suangai berliku tetap mengalir airnya
sara mendap hilirkan ke laut terbuka
biar kekal jernih di hulunya
seperti asal sebermula
seperti asal diangkat dinobat
seperti asal diguna dipakai,
jangan diubah jangan dipinda
mengundang keliru di hari muka
anak bangsaku tercinta.
bangsaku berjiwa banggakah?
memiliki bahasa agung terpilih
dari rumpun tersohor intan kemilau
punya tanah berpijak
punya negara berdaulat
punya bangsa merdeka
kenapa meminggir bahasa ibunda
memilih lidah asing menutur kata?
angin menggerak lalang sepadang
akar tunjang dimamah anai-anai
tebing dan aur tidak lagi berjalin padu
sepercik api akan terbakar pohon sekebun,
bebanggakah bangsaku berjiwa merdeka
berpijak di bumi milik sendiri
mengadun bahasa dengan marba
berjiwakah bahasa bangsaku tercinta?
jangan dikoyak warkah purba
cerminan bangsa biar kekal namanya
menjulang tinggi di marcapada
ayuh, bangsakan bahasa jiwaku
jiwakan bahasa bangsaku.
Pinggiran Taman Bayu
9 November 2008
* Puisi ini telah dipersembahkan dalam bentuk sketsa di Majlis Pelancaran Bulan Bahasa Kebangsan 2009 Peringkat Negeri Kedah pada 26 Oktober 2009 bertempat di Dwan Besar, Institut Pendidikan Guru Kampus Darulaman, Jitra, Kedah. Acara perasamiannya telah disempurnakan oleh YAB Dato' Seri Ustaz Azizan Abd Razak, Menteri Besar Kedah Darul Aman.
_____________________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
_____________________________________________________
Labels:
Berbangsakah Bahasa Jiwaku?,
Puisi
Ahad, Oktober 04, 2009
36/2K9
SEMENTARA MENANTI WAKTU
meniti jambatan rapuh ini
atur langkah waspada
jeram yang menanti terlalu dalam
batu-batu tersedia
menghancurkan jasad.
menyelak daun-daun kering
antara banir dan akar pohon
lembab bumi mengepal tanah
semaraklah perjanjian
perjalanan ini di landasan lurus.
esok, kita pancang khemah
di dataran ini
buat peneduh pancaran
sementara menanti waktu
teduh dan redup.
Zaidin Abadi
Pinggiran Bayu Perdana
4 Oktober 2009
_______________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
_______________________________________
meniti jambatan rapuh ini
atur langkah waspada
jeram yang menanti terlalu dalam
batu-batu tersedia
menghancurkan jasad.
menyelak daun-daun kering
antara banir dan akar pohon
lembab bumi mengepal tanah
semaraklah perjanjian
perjalanan ini di landasan lurus.
esok, kita pancang khemah
di dataran ini
buat peneduh pancaran
sementara menanti waktu
teduh dan redup.
Zaidin Abadi
Pinggiran Bayu Perdana
4 Oktober 2009
_______________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
_______________________________________
Labels:
Puisi,
Sementara Menanti Waktu
Khamis, September 17, 2009
35/2K9
KEBERANGKATAN
kembalilah dia ke pertapaannya
menggenapkan putaran waktu
kembalilah dia ke perkampungannya
melepaskan lelah sekian lama
kembalilah dia ke kamarnya
melelapkan mata seketika
kembalikah kita ke ruang alpa
di sebalik tabir melengah masa?
Zaidin Abadi
Pinggiran Taman Bayu
17 Sept 2009
__________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
__________________________________________
kembalilah dia ke pertapaannya
menggenapkan putaran waktu
kembalilah dia ke perkampungannya
melepaskan lelah sekian lama
kembalilah dia ke kamarnya
melelapkan mata seketika
kembalikah kita ke ruang alpa
di sebalik tabir melengah masa?
Zaidin Abadi
Pinggiran Taman Bayu
17 Sept 2009
__________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
__________________________________________
Isnin, September 07, 2009
34/2K9
MENCARI SEJALUR SINAR
aku kembali ke dalam gua diri
mencari sejalur sinar di lantai hati
buat menyuluh seluruh ruang lapang
dicerkup gelap.
Zaidin Abadi
Pinggiran Taman Bayu
7 September 2009 = 17 Ramadhan 1430
_______________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
_______________________________________________
aku kembali ke dalam gua diri
mencari sejalur sinar di lantai hati
buat menyuluh seluruh ruang lapang
dicerkup gelap.
Zaidin Abadi
Pinggiran Taman Bayu
7 September 2009 = 17 Ramadhan 1430
_______________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
_______________________________________________
Labels:
Mencari Sejalur Sinar,
Puisi
Ahad, September 06, 2009
33/2K9
JANGAN KAU ULANGI LAGI
usah kau ungkapkan lagi kata-kata itu
jika hanya untuk menikam jantung rasaku
membaham tulang temulangku
dan mengunyah seluruh isi tubuhku
biarlah aku begini merangkak di dataran
dengan lendir hanyir bergumpalan
air mata dan keringat meladung
tenggelamkan kaki dan betisku,
jangan kau ulang kembali bicara hitam itu!
Zaidin Abadi
Pinggiran Sintok
6 September 2009
_______________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
_______________________________________________
usah kau ungkapkan lagi kata-kata itu
jika hanya untuk menikam jantung rasaku
membaham tulang temulangku
dan mengunyah seluruh isi tubuhku
biarlah aku begini merangkak di dataran
dengan lendir hanyir bergumpalan
air mata dan keringat meladung
tenggelamkan kaki dan betisku,
jangan kau ulang kembali bicara hitam itu!
Zaidin Abadi
Pinggiran Sintok
6 September 2009
_______________________________________________
Semua karya adalah hakcipta terpelihara. Tidak dibenarkan mengambil atau menyalin mana-mana karya tanpa mendapat izin terlebih dahulu.
_______________________________________________
Langgan:
Catatan (Atom)